Model-Model Pengembangan Media Pembelajaran
Pengertian model
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti pola (acuan, ragam, dan
sebagainya). Prawidalaga (2008) menyebut model sebagai tampilan grafis,
prosedur kerja yang teratur atau sistematis serta mengandung pemikiran yang
bersifat uraian atau penjelasan termasuk saran.
Penelitian Pengembangan dalam konteks pendidikan, sampai sekarang telah
berkembang berbagai model penelitian dan pengembangan, dikenal bermacam-macam
model Penelitian dan Pengembangan sistem, model, proses, bahan dan ataupun
perangkat pendidikan (Saryono, LP2-UM). Suryono juga menjabarkan model-model
pengembangan antara lain, Model Kemp (1994), Model Sistem
Dick Dan Carey (1990;2000), Model Borg Dan Gall (1983/2003), ADDIE dan ASSURE. Penjabaran dari model pengembangan dalam
dunia pendidikan sebagai berikut:
- Model Borg and Gall
Model Borg dan Gall
memaknai Penelitian dan Pengembangan sebagai proses yang dipakai untuk
mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan dengan mengikuti
langkah-langkah siklus, prosedural, dan deskriptif. Penelitian dan Pengembangan
meliputi kajian produk yang dikembangkan, pengembangan produk berdasarkan
temuan tersebut melakukan uji coba lapangan sesuai dengan latar penggunaan
produk, dan revisi produk berdasarkan hasil uji lapangan.
Langkah-langkah model pengembangan (research and development) Borg and Gall (1983:775) sebagai berikut:
- Research and information collecting (Studi pendahuluan),
- Planning (Perencanaan),
- Develop preliminary form of product (Pengembangan rancangan produk awal),
- Preliminary field testing (Uji lapangan awal),
- Main product revision (Revisi produk awal),
- Main field testing (Uji lapangan utama),
- Operational product revision (Revisi produk kedua),
- Operational field testing ( Uji kelompok),
- Final Product Revision (Revisi produk akhir),
- Dissemination and implementation (Diseminasi dan implementasi).
2. Model Dick and Carrey
Model pembelajaran Dick dan Carey merupakan model pembelajaran yang dikembangkan melalui pendekatan sistem (System Approach). Terhadap komponen-komponen dasar dari desain sistem pembelajaran yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Model sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh Dick dkk terdiri atas beberapa komponen yang perlu dilakukan untuk membuat rancangan aktifitas pembelajaran yang lebih besar. Model Dick dan Carrey memiliki 10 langkah pembelajaran yang sistematis, dari mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran sampai melaksanakan evaluasi. Hal ini membuat model ini dinilai sebagai model yang paling sesuai dengan kurikulum di Indonesia, baik kurikulum di sekolah menengah maupun sekolah dasar.
Komponen-komponen sekaligus
langkah-langkah utama dari model desain sistem pembelajaran yang dikemukakan
oleh Dick dkk yang terdiri atas (Mengidentifikasi tujuan
pembelajaran, Melakukan analisis instruksional, Analisis Siswa dan
Konteks, Merumuskan tujuan pembelajaran khusus, Mengembangkan
instrument penelitian, Mengembangkan strategi
pembelajaran, Penggunaan Bahan Ajar, Merancang dan mengembangkan
evaluasi formatif, Melakukan revisi terhadap program
pembelajaran, Merancang dan mengembangkan evaluasi sumatif).
3. Model ADDIE
| Model Pembelajaran ADDIE |
Metode ADDIE atau yang bisa disingkat (Analysis Design Development Implementation dan Evaluations) ini awalnya adalah konsep interaksional yang di khususkan untuk Angkatan Darat AS di tahun 1949, kemudian dikembangkan oleh Dick & Carry (1996). Penjelasan dari proses pengembangan dalam model ADDIE itu sendiri adalah: Analisis merupakan masukan untuk sistem; sedangkan Desain, Pengembangan & Evaluasi adalah prosesnya, sementara Implementasi adalah hasilnya.
Dengan adanya penerapan desain
sistem model pembelajaran ADDIE, seorang guru & instruktur akan terdorong
dan terbantu dalam membuat sebuah tujuan, rencana dan program pembelajaran yang
baik, menarik, efektif dan efisien. Model ADDIE ini bisa membuat setiap
pembelajaran bisa lebih dinamis, sebab setiap tahap terdapat proses evaluasi
yang menjadikan pembelajaran bisa diperbaiki dan berkembang lebih baik dari
sebelumnya.
4. Model Kemp
| Model Pembelajaran Kemp |
Model kemp ditemukan oleh jerrod kemp, G.R. Morisson, dan S.M
Ross berlangsung dari berbagai titik siklus, yang tidak memiliki
titik awal yang mengharuskan pengembangan melalui aktifitas pengembangan. Semua
aktivitas pengembangan saling berhubungan secara langsung dengan aktifitas
revisi produk yang dikembangkan. Aktivitas pengembangan Model Kemp
ini terdiri atas sepuluh langkah yang lentur dan saling bergantung. Maksudnya,
Keputusan yang dikenakan pada satu langkah dapat memengaruhi langkah lainnya
pada satu sisi dan pada sisi lain langkah-langkah yang dilakukan dapat maju
mundur berdasarkan langkah awal pengembangan.
Menurut Kemp, sepuluh langkah pengembangan yang lentur dan saling
bergantung itu adalah (1) identifikasi kebutuhan belajar, (2) pemilihan topik
atau tugas, (3) identifikasi karakteristik pembelajar, (4) identifikasi isi dan
analisis tugas, (5) perumusan tujuan pembelajaran, (6) perancangan kegiatan
belajar-mengajar, (7) pemilihan sumber-sumber belajar, (8) penetapan faktor
pendukung, (9) evaluasi belajar, dan (10) prates (Trianto, 2012:82-89).
5. Model ASSURE
| Model Pembelajaran ASSURE |
Model ASSURE merupakan langkah merancanakan pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas secara sistematis dengan memadukan penggunaan terknologi dan media. Model ASSURE menggunakan tahap demi tahap untuk membuat perancangan pembelajaran yang dapat dilihat dari nama model tersebut, yaitu ASSURE. Menurut Smaldino (2007:86) A yang berarti Analyze learners, S berarti State standard and Objectives, S yang kedua berarti Select strategi, technology, media, and materials, U berarti Utilize technology, media and maerials, R berarti Require learner participation dan E berarti Evaluated and revise.
Model
ASSURE lebih baik dari model konvensional. Hal ini dapat dilihat
bahwa nilai rata-rata model ASSURE lebih tinggi
dari model konvensional. Terkait dengan pengetahuan awal, peserta
didik dengan pengetahuan awal tinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik
dari pengetahuan awal rendah.
SUMBER :
Anam, Syamsul. 2017. Model-model penelitian pengembangan. Tuesday, September 12, 2017. Universitas Negeri Malang. syamsulanam42.blogspot.com.
Ed Forest: The ADDIE Model: Instructional Design, Educational Technology
Fahmi, Muhammad. 2020. Model Pembelajaran Dick And Carey. https://saa.fai.um-surabaya.ac.id/. 27 November 2020. Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Hanafi, Nafis Ihwanur. 2021. Model Pembelajaran Dick and Carrey dalam Pembelajaran PKN. www.kompasiana.com. 18 April 2021.
Kosassy, S. O. (2019) ‘Mengulas Model-Model Pengembangan Pembelajaran dan Perangkat Pembelajaran’, Jurnal PPKn dan Hukum, 14(1), pp. 152–173
Ulfia, Rahmi. 2012. Rancangan Pembelajaran dengan Model ASSURE. tepenr06.wordpress.com. 24 May 2012.
Yamanto Isa,
Model-Model Pengembangan Produk R & D.
Comments
Post a Comment